Kategori
Legalitas Sales & Marketing Tips

Ingin Memulai Bisnis Makanan? Berikut 5 Tips untuk Anda

Sebagai pemula, tentu tidak mudah bagi Anda untuk memulai bisnis makanan di tengah persaingan yang semakin ketat. Dunia kuliner memang terus berkembang dengan berbagai kreasi menu sampai sajiannya, sehingga menarik banyak pembeli. Jika Anda masih bingung dari mana harus memulai bisnis kuliner, maka bisa mengikuti lima tips ini.

Riset Pasar dalam Berbisnis

Riset pasar sangat penting untuk dilakukan ketika Anda ingin memulai bisnis, termasuk bisnis kuliner. Minat pasar bisa berubah sewaktu-waktu. Apabila kita ingin menarik minat pasar, maka kita harus tahu trend kuliner seperti apa yang sedang disukai oleh pasar. Dengan begitu, bisnis kuliner akan terus bertahan, meskipun banyak pesaing berdatangan.

Misalnya saja, Anda membuat kuesioner yang berisi minat pasar terhadap cita rasa makanan, penyajian, harga dan lain sebagainya. Hasilnya akan lebih valid jika Anda memberikan kuesioner tersebut pada target pasar Anda, misalnya mahasiswa, pekerja pabrik, kantoran atau lainnya. Jangan lupa untuk memberikan imbalan agar mereka bersedia meluangkan waktu mengisi kuesioner tersebut.

Mempertimbangkan Hal-hal Kecil

Bukan hanya hal-hal besar yang harus diperhatikan ketika memulai bisnis makanan. Banyak hal memang yang harus dipertimbangkan ketika memulai sesuatu, apalagi bisnis. Membuat makanan sesuai minat pasar mungkin memang baik, tapi kita juga harus memperhatikan kesenangan hati ketika membuatnya. Bagaimana makanan bisa enak, jika kita yang membuatnya saja tidak suka.

Selain masalah kesenangan, Anda juga harus memperhatikan di mana akan menjual makanan tersebut, apakah secara online, menyewa tempat, di rumah atau food truck yang sedang nge-hits. Vendor penyedia bahan makanan juga harus dipertimbangkan dengan baik, agar makanan yang kita sajikan memiliki kualitas terbaik.

Membuat Rencana Bisnis

Rencana memang menjadi hal yang penting sebelum memulai bisnis makanan. Anda harus membuat perencanaan yang matang hingga planning B, antisipasi jika ada rintangan yang datang dan lain sebagainya. Perencanaan tersebut bisa berisi eksperimen makanan, mencari lokasi untuk berjualan, membangun cafe, hingga promosi yang harus dilakukan.

Dalam membuat rencana ini, ada baiknya jika Anda juga harus mempertimbangkan rencana B karena dalam bisnis tidak ada yang mulus. Pasti ada rintangan yang datang, misalnya harga sewa lokasi yang mahal, maka ada baiknya jika Anda menjual di rumah terlebih dahulu. Apabila jualan dilakukan di rumah, maka promosi harus lebih gencar dan lain sebagainya.

Membuat Anggaran Pemasukan dan Pengeluaran

Selain perencanaan kegiatan yang harus dilakukan, pembuatan anggaran juga penting untuk memulai bisnis makanan. Pertama, pastikan terlebih dahulu dari mana pemasukan bisnis berasal, seperti gaji bulanan, pinjaman, kredit, dan lain sebagainya. Baru setelah itu, Anda bisa menuliskan pengeluaran apa saja yang diperlukan.

Biasanya, pengeluaran ini digunakan untuk membeli bahan makanan, peralatan, promosi, sewa tempat dan lain sebagainya. Penting bagi Anda untuk memastikan pengeluaran dengan melakukan survei harga di internet. Untuk lebih akuratnya, Anda bisa mencari informasi harga dari toko atau vendor yang akan mengurus ketersediaan bahan makanan.

Menu Masakan yang Disajikan

Apabila semua sudah siap, maka saatnya Anda membuat makanan yang akan dijual. Untuk awal, tidak ada salahnya jika Anda memberikan makanan tersebut pada kerabat dan orang-orang sekitar untuk mencicipi. Apabila sudah enak, mereka pasti ingin membeli dan merekomendasikannya pada orang lain. Selain itu, Anda juga bisa memperbaiki apa yang masih kurang dari masakan tersebut.

Kelima tips di atas bisa menjadi langkah awal bagi Anda untuk memiliki bisnis makanan sesuai dengan kemampuan. Sebagai awal, tidak perlu menyajikan banyak makanan terlebih dahulu. Sistem PO (pre-order) bisa menjadi jika Anda tidak memiliki banyak modal. Dengan begitu, memulai bisnis makanan akan terasa lebih mudah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s