Kategori
Kisah Sukses

Inspiratif! Inilah 5 Pengusaha Makanan Ringan dengan Omset Jutaan

Untuk menjadi pengusaha makanan ringan yang sukses, tentu kita bisa mencontoh beberapa kisah inspiratif dari mereka yang sudah sukses terlebih dahulu. Banyak pengusaha kuliner ternama yang inspiratif dan bisa dijadikan contoh. Sebagian besar kisah mereka berawal dari nol dan kemudian bisa mengembangkan usaha dengan omset hingga jutaan rupiah.

Snack Taro dari Joko Mogoginta

Siapa yang tidak tahu snack Taro? Hampir setiap orang di Indonesia pernah melihat atau mencicipi snack Taro yang gurih ini. Munculnya snack ini berawal dari Pak Mogoginta yang mendapatkan warisan dari ayahnya berupa perusahaan mie bihun di Sukoharjo, Jawa Tengah. Meski sudah memiliki perusahaan, tidak lantas membuat Pak Mohoginta berdiam diri.

Pengusaha makanan ringan ini selalu melakukan inovasi dan usaha untuk mengembangkan usahanya ini, mulai dari produksi mie bihun kering yang mencapai 30.000 ton dalam setahun, mendirikan 2 pabrik baru di Karanganyar dan Sragen, mendirikan PT TPS (Tiga Pilar Sejahtera), Go Public pada tahun 2002, membuat good system, dan inovasi lainnya.

Rumput Laut dari Top Itiphat

Meskipun pengusaha yang satu ini merupakan pemuda Thailand, tapi kisahnya dalam membangun bisnis kuliner patut kita acungi jempol. Awalnya, Top Itiphat adalah pemuda yang suka bermain game, menjual senjata game online, tidak suka sekolah, suka berpacaran hingga menganggap semuanya mudah. Namun, karena penjualan senjata game online yang dilakukan adalah ilegal, maka akun game-nya dibanned.

Ia pun mencoba untuk berbisnis dengan sisa uangnya, tapi mengalami kegagalan hingga berkali-kali. Dari sinilah, ia menyadari bahwa hidup di dunia nyata tidak semudah di game online. Berbagai kisah pilu pun terjadi pada hidupnya. Hingga akhirnya ia mencari informasi tentang cara mengepak makanan ringan dan mendapatkan mitra kerja dari bank sebagai pengusaha makanan ringan.

Mie Lidi Geli dari Famela Nurul Islami

Bisnis ini berawal pada tahun 2013 dengan modal Rp 1 juta rupiah. Selama satu tahun, makanan ringan ini mendapatkan perhatian dari banyak orang hingga membuatnya meraih omset sebesar Rp 55 juta. Minat konsumen yang terus meningkat membuat mie lidi ini berhasil diproduksi sebanyak 4.000 setiap bulannya.

Untuk mendapatkan kesuksesan tersebut, tentunya Famela memiliki strategi khusus, yaitu membuat varian rasa, membuka reseller, ikut berbagai event, packaging (bungkus) yang menarik. Dengan semua usaha yang dilakukan Famela tersebut membuat bisnis makanan ringannya menjadi viral hingga menghasilkan omset puluhan juta. Dari sinilah, Famela sudah menjadi pengusaha makanan ringan yang sukses.

Keripik Pedas Karuhun dari Yana Hawi Aripin

Sebelumnya, Yana adalah seorang pengusaha properti, tapi sayangnya bisnis tersebut mengalami kebangkrutan. Meski begitu, Yana tidak pernah patah arang, ia tetap bangkit dan mencari bisnis baru bersama kemenakannya hingga akhirnya mendapatkan ide untuk menjual keripik pedas. Keunikan dari snack buatan Yana ini adalah inovasi yang diberikannya.

Dengan harga Rp 20 ribu, Anda sudah bisa mendapatkan snack keripik pedas dengan packaging yang bagus dan aroma jeruk yang menyegarkan. Awalnya, Yana memberikan snack secara cuma-cuma pada saudara, teman dan kenalannya. Pada awal penjualan, kegagalan masih menghampiri dan akhirnya setelah tiga tahun berjalan, barulah keripik ini dikenal oleh masyarakat luas.

Nanutz dari Riza Rizki Adhiyaksa

Untuk mengawali bisnisnya, Riza membutuhkan modal sebesar Rp 300.000 yang kemudian diolah hingga menjadi snack nanutz yang kita kenal seperti sekarang ini. Dengan modal awal yang terbilang kecil, Riza sudah bisa meraih omzet sekitar 175 juta tiap bulannya. Hingga kini, Riza sudah memiliki 16 karyawan dan 70 reseler.

Setiap kesuksesan pasti tidak lepas dari kegagalan. Untuk meraih kesuksesan tersebut, kita harus terus berusaha dan tidak berputus asa. Mental sebagai pengusaha makanan ringan yang sukses harus kita miliki dari awal, yaitu berusaha keras, tidak pantang menyerah dan berani mengambil risiko.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s