Kategori
Keuangan

Strategi Menangkal Cash Flow Negatif Bisnis Kuliner

Cash flow pada dasarnya terbagi menjadi 2, yaitu cash flow positif dan negatif. Cash flow positif adalah masuknya dana atau uang ke dalam perusahaan, sedangkan cash flow negatif adalah keluarnya uang dari perusahaan. Keduanya merupakan hal yang tidak bisa dihilangkan, namun bisa dikendalikan.

Cash flow negatif bisa terjadi karena adanya kebutuhan perusahaan untuk melakukan usaha seperti pembelian bahan baku, biaya pegawai, sampai biaya overhead pabrik. Tidak jarang beberapa pengusaha tidak mampu mengendalikan cash flow sehingga aliran kas yang masuk lebih kecil dibanding kas keluar.

Meminimalkan Cash Flow Negatif

Cash flow yang negatif yang terlalu besar tentu akan mengurangi profit karena akan dihitung sebagai beban perusahaan atau bisnis. Maka dari itu, Kamu harus bisa meminimalkan arus tersebut, namun masih dalam batas wajar dan tidak mengurangi citra atau kualitas bisnis Kamu. Berikut beberapa tips yang bisa Kamu lakukan.

Memperbaiki Alokasi Pribadi

Alokasi pribadi yang dimaksud disini adalah penggunaan dana yang kamu lakukan. Kamu harus bisa memilih mana yang memang merupakan kebutuhanmu dan mana yang bisa dikesampingkan terlebih dahulu. Dengan begitu Kamu bisa meminimalkan pengambilan keuntungan dari bisnismu, karena pengambilan tersebut akan dianggap beban usaha.

Hindari Pinjaman

Pinjaman merupakan hal yang menarik, namun harus Kamu hindari sebisa mungkin. Biasanya pinjaman memiliki bunga yang harus dibayarkan, sehingga akan menimbulkan beban baru yang artinya akan ada uang lebih yang keluar dari usaha Kamu untuk membayar bunga. Padahal jika Kamu tidak melakukan pinjaman hal tersebut tidak akan terjadi.

Tingkatkan Mutu

Bisa jadi cash flow tersebut negatif karena mutu produk yang masih kurang bagus di mata pelanggan. Hal ini tentu berbahaya dan harus segera diperbaiki. Dengan meningkatnya mutu, maka penjualan juga akan meningkat begitupun dengan pendapatan. Cash flow akan berjalan lancar dan risiko rugi akan menurun.

Lakukan Pencatatan

Pencatatan adalah hal yang wajib dilakukan, karena dengan adanya pencatatan Kamu bisa memantau aliran kas di dalam bisnis yang kamu jalani. Kamu bisa secara langsung memperhatikan kas yang masuk dan kas keluar. Jika terjadi aliran kas yang dirasa akan membahayakan profit, Kamu bisa segera melakukan tindakan dan menjaga cash flow.

Dalam dunia bisnis kuliner memang ada banyak hal yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan bisnis tersebut. Salah satunya dengan menjaga cash flow agar selalu dalam kondisi baik. Oleh karena itu, kamu harus mengetahui beberapa cara atau strategi untuk menghindari cash flow negatif yang merugikan bisnis.

Kategori
Tips

5 Skill yang Harus Dimiliki Pengusaha Kuliner Sukses

Perjalanan pengusaha kuliner sukses pasti tidak bisa terlepas dari yang namanya kegagalan. Setiap orang memiliki jalan hidupnya masing-masing, tergantung dari bagaimana kita menghadapi setiap rintangan dengan baik. Untuk mencapai kesuksesan sebagai pengusaha kuliner, tentu Anda harus memenuhi kualifikasinya terlebih dahulu, yaitu dengan memiliki skill berikut ini.

Kemampuan di Bidang Kuliner

Bagaimana bisa membangun bisnis kuliner jika kita tidak bisa memasak? Kemampuan memasak menjadi dasar yang harus Anda miliki jika ingin bergelut di bidang kuliner. Dengan begitu, Anda bisa berkreasi dengan menciptakan berbagai resep, tampilan dan kreasi lain yang bisa menguntungkan. Selain memasak, Anda juga harus memiliki selera yang baik terhadap makanan.

Jika Anda tidak memiliki kemampuan dalam memasak, paling tidak Anda suka memasak karena nantinya bisa belajar seiring dengan berjalannya waktu. Asal Anda memiliki selera yang baik terhadap kuliner, maka Anda bisa menjadi pengusaha kuliner sukses. Apalagi jika Anda tidak pernah lelah untuk selalu belajar dalam bidang kuliner.

Memiliki Kemampuan Leadership

Meskipun Anda sedang merintis dan belum memiliki banyak karyawan, tetap saja kemampuan leadership sangat dibutuhkan untuk perkembangan bisnis. Sebagai pemilik bisnis, Anda harus memahami visi, misi dan usaha kuliner yang Anda miliki. Dengan begitu, segala sesuatu yang kita lakukan harus merujuk pada visi dan misi yang ada.

Agar bisnis berjalan sesuai dengan seharusnya, maka diperlukan komando dari satu orang, yaitu pemilik usaha. Apabila Anda tidak memiliki kemampuan leadership, bagaimana nantinya bisa mengatur karyawan dalam jumlah yang banyak? Apalagi jika nanti bisnis kuliner Anda sudah bisa membuka cabang, maka dibutuhkan jiwa kepemimpinan untuk menjalankannya.

Kemampuan Promosi

Bisnis tanpa adanya promosi maka tidak akan berkembang, termasuk bisnis kuliner yang sedang Anda jalankan. Untuk memperkenalkan makanan atau minuman yang Anda jual, maka dibutuhkan promosi. Terdapat banyak teknik promosi yang bisa Anda terapkan pada bisnis kuliner Anda, mulai dari promosi yang gratis hingga promosi berbayar, tergantung kebutuhan.

Untuk menjadi pengusaha kuliner sukses, tentu kita harus memulainya dari awal. Anda bisa memanfaatkan media sosial pribadi atau promosi gratis dari mulut ke mulut untuk memperkenalkan kuliner yang Anda jual. Apabila usaha kuliner Anda sudah cukup menghasilkan, maka jangan lupa untuk menyisihkan keuntungan untuk digunakan promosi.

Kemampuan Mengatur Keuangan

Kemampuan mengatur keuangan sangatlah diperlukan ketika Anda ingin mendapatkan kesuksesan dalam berbisnis. Beberapa bisnis terpaksa gulung tikar karena tidak memisahkan antara keuangan bisnis dengan keuangan pribadi. Oleh karena itu, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan untuk bisnis, agar terlihat jelas bagaimana pemasukan dan pengeluaran.

Setelah memisahkan catatan keuangan, selanjutnya Anda harus mencatat secara terperinci mengenai pemasukan yang Anda dapatkan, apakah dari tabungan pribadi, pinjaman atau lainnya, begitu juga dengan pengeluaran. Pastikan Anda telah memperhitungkan dengan jelas pengeluaran apa saja yang diperlukan dan keuntungan yang didapatkan.

Kemampuan Membangun Relasi

Sebagai pengusaha kuliner Anda tidak bisa menjalankan bisnis tersebut seorang diri. Anda pasti membutuhkan orang lain, seperti penyedia bahan baku, petugas kebersihan, pramusaji, dan lain sebagainya. Penting bagi Anda untuk membangun relasi dengan pihak-pihak terkait, agar bisnis Anda berjalan dengan lancar tanpa menimbulkan masalah dengan pihak lain. Selain kelima skill di atas, tentu Anda harus memiliki jiwa pebisnis, seperti berani mengambil risiko, penuh pertimbangan, kreatif dan inovatif. Dengan kemampuan dan jiwa pebisnis tersebut, maka bisnis yang Anda jalankan akan berkembang dengan pesat hingga Anda menjadi pengusaha kuliner sukses.

Kategori
Tips

Tren Bisnis Kuliner Tahun 2020 untuk Menaikkan Omzet

Tren bisnis kuliner setiap tahunnya pasti berubah, termasuk di tahun 2020 ini. Sebagai pebisnis di bidang kuliner, tentu Anda harus mengikuti perkembangan zaman agar mampu memikat hati banyak pengunjung. Di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat membuat Anda harus lebih inovatif untuk menarik perhatian pembeli.

Live Music

Menikmati makanan dan minuman sambil mendengarkan musik adalah momen paling syahdu yang bisa Anda rasakan. Suasana romantis pun akan tercipta dengan adanya live music di tempat makan. Pengunjung pun akan merasa betah berlama-lama di tempat makan untuk menikmati alunan lagi yang dinyanyikan oleh pemusik dan penyanyi di restoran tersebut.

Jika bisnis kuliner Anda masih sepi dan membutuhkan sesuatu yang unik, tidak ada salahnya Anda menambahkan arena panggung untuk para pemain musik atau penyanyi tampil di tempat makan tersebut. Tidak perlu panggung yang megah, cukup dengan panggung sederhana maka Anda bisa menghadirkan tren bisnis kuliner yang diminati oleh banyak orang.

Buka 24 Jam

Sekarang ini, kegiatan anak muda tidak hanya terbatas pada pagi dan siang hari saja. Bahkan, malam hari pun masih banyak orang yang beraktivitas hingga 24 jam. Pada jam-jam inilah mereka kesulitan untuk menemukan tempat makan. Padahal, bisa dibilang jika masih banyak orang yang terjaga hingga larut malam untuk mencari makan.

Jika Anda ingin memperluas target pasar di bisnis kuliner ini, maka jadikan tempat makan Anda menjadi tempat makan 24 jam. Dijamin, tempat makan Anda akan didatangi oleh banyak pengunjung, apalagi pada weekend. Jadi, tidak ada ruginya membuka bisnis kuliner 24 jam agar bisa memenuhi kebutuhan target pasar Anda. 

Tempat yang Instagramable

Rasa yang lezat sudah menjadi syarat utama untuk mendapatkan hati para pembeli atau pengunjung restoran. Akan tetapi, berbeda dengan sekarang ini saat lokasi atau tempat sangat berpengaruh terhadap banyak tidaknya pengunjung di tempat makan Anda. Selain rasa yang nikmat, Anda juga harus memastikan bahwa tempat makan Anda memiliki desain interior yang mengesankan.

Tren bisnis kuliner ini disadari oleh para pengusaha kuliner sehingga banyak restoran yang memiliki desain interior menarik dan instagramable. Tampilan tempat makan yang instagramable akan menarik minat anak muda untuk berkunjung, meskipun hanya sekadar nongkrong atau berfoto. Desain ini juga bisa menjadi keunikan dari tempat makan Anda.

Open Kitchen

Dulu, tempat makan atau restoran pasti memiliki area tersendiri untuk para chef atau koki dalam mempersiapkan hidangan. Area untuk memasak ini biasanya berada di belakang atau ruangan yang berbeda dengan area untuk pengunjung. Berbeda dengan sekarang, banyak tempat makan yang mengusung konsep open kitchen.

Tren bisnis kuliner ini justru terbilang unik dan modern sehingga membuat banyak orang tertarik untuk datang. Pengunjung bisa melihat langsung kegiatan chef ketika mereka memasak. Ada berbagai teknik memasak yang sengaja ditampilkan untuk membuat pengunjung terkesima hingga betah melihat pekerjaan para chef di balik dapur.

Wifi Gratis

Internet sudah menjadi kebutuhan bagi setiap orang di era modern seperti sekarang ini, termasuk ketika mereka makan. Menyediakan Wi-Fi gratis berarti menyediakan sumber kehidupan anak zaman sekarang. Tidak ada salahnya jika Anda menyediakan fasilitas Wi-Fi gratis agar para pengunjung merasa betah berlama-lama di tempat makan Anda sehingga bisa menaikkan omzet penjualan Anda.

Memiliki bisnis kuliner saja tidak cukup untuk meraih kesuksesan. Anda harus melakukan sejumlah inovasi dan kreasi terhadap bisnis kuliner yang sedang Anda jalankan. Beberapa tren bisnis kuliner di atas bisa Anda terapkan agar memikat lebih banyak orang dan omzet penjualan bisa naik.

Kategori
Kisah Sukses

Pengusaha Kuliner Indonesia yang Sukses di Luar Negeri

Persaingan global yang semakin ketat membuat sejumlah pengusaha kuliner Indonesia melebarkan sayap bisnisnya hingga mancanegara. Sebagai pemuda Indonesia, kita tidak boleh kalah dengan pebisnis luar negeri yang melebarkan sayapnya di Indonesia. Kita juga bisa memanfaatkan pasar luar negeri dan hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa pengusaha kuliner yang akan kita bahas ini.

Rangga Umara, Lele-Lela

Pria berusia 31 tahun ini berhasil menjalankan bisnis kulinernya dengan menu utamanya yang dikenal dengan Lele-Lela yang merupakan menu dari ikan lele. Bisnis ini sebenarnya bermula dari kisah pilu dari Rangga yang di PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja. Akhirnya, Rangga menekuni bisnis kuliner dengan membuka rumah makan seafood, tapi gagal.

Setelah gagal dengan menu seafood, pengusaha kuliner Indonesia ini memilih menu olahan lele dan olahan ayam untuk dijualnya. Sekarang ini, bisnis kuliner ini mampu menghasilkan omzet Rp 1.8 Milyar setiap bulannya. Dengan tiga menu utama, yaitu lele saus padang, lele filet kremes dan lele goreng tepung, Kuala Lumpur, Singapura, Penang hingga Jedah menjadi konsumennya.

Agus Pramono, Ayam Bakar Mas Mono

Sebelumnya, Pramono bekerja sebagai OB (Office Boy) dan kemudian ia memutuskan untuk berdagang gorengan asongan. Hanya saja, Pramono menyadari bahwa omset yang bisa didapatkan hanya sedikit sehingga ia beralih ke usaha ayam bakar dengan modal Rp 500.000. Dengan modal ini, Pramono menjajakan ayam bakar dengan gerobak birunya.

Hingga sekarang, pengusaha kuliner Indonesia ini mampu mencapai omsetnya sebesar miliaran per bulan. Pramono juga sudah memiliki 500 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Kelezatan ayam bakar ini bahkan bisa merambah hingga ke Dubai, Arab Saudi, Australia, Malaysia, Kuwait dan Singapura karena memang rasanya yang nikmat dan menggugah selera.

Santoni, Bumbu Desa

Anda pasti sudah tahu tempat makan yang satu ini karena Anda bisa menjumpainya di mall-mall besar di Jakarta. Menu utama yang disuguhkan adalah makanan khas dari Sunda, Jawa Barat dengan kualitas restoran bintang lima. Bisnis milik Santoni ini awalnya dibangun dengan modal Rp 8 juta pada tahun 2004. Ketenaran bisnis ini bahkan sampai Malaysia dan Singapura.

Hingga sekarang, Bumbu Desa sudah membuka cabang lebih dari 50 yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah cabang yang banyak ini, Bumbu Desa mampu menghasilkan omset sebesar miliaran rupiah setiap bulannya. Kini, Bumbu Desa mulai menggarap pengembangan bisnisnya hingga ke Amerika dan Kanada.

Sukyanti Nugroho, Es Teler 77

Mungkin Anda p sudah tidak asing dengan kuliner yang satu ini atau bahkan menjadi pelanggan setianya? Sukiyantu Nugroho seorang pengusaha kuliner Indonesia, tempat makan ini menyediakan berbagai menu tradisional khas Indonesia. Bukan hanya di mall-mall Indonesia, tapi juga di luar negeri, seperti Malaysia, Australia, New Delhi, dan Singapura, Anda bisa menjumpai Es Teler 77 ini.

Meskipun nama tempat makan ini terkesan hanya menjual minuman, tapi Anda juga bisa menemukan menu makanan, seperti tumis kangkung dan sayur asam. Resmi didirikan pada tanggal 7 Juli 1982, Es Teler 77 ini sudah berdiri selama lebih dari 30 tahun dan hingga sekarang masih memiliki banyak penikmat.

Perjalanan panjang ditempuh oleh setiap orang sukses. Pengusaha kuliner yang sudah sukses tentu mereka memiliki kisah di baliknya, mulai dari kegagalan yang bertubi-tubi, rasa putus asa, modal yang kurang dan lain sebagainya. Bagi Anda yang ingin menjadi pengusaha kuliner Indonesia yang sukses, maka niat dan kerja keras sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Kategori
Kisah Sukses

Inilah 5 Pengusaha Kuliner Wanita dengan Kisah Inspiratifnya

Dengan semangat Kartini masa kini, pengusaha kuliner wanita asal Indonesia ini bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang ingin mengawali bisnis di bidang kuliner. Meskipun sebagai wanita, kegigihan dan perjuangan para pengusaha kuliner ini patut untuk dijadikan contoh. Mereka tidak pantang menyerah ketika kegagalan menghampiri hingga akhirnya bisa meraih kesuksesan.

Martalinda Basuki, Cokelat Klasik

Cokelat Klasik adalah salah satu cafe dengan dikunjungi oleh banyak milenial. Hingga sekarang ini, sudah ada 270 outlet cabang di berbagai wilayah Indonesia. Martalinda terpaksa harus menjual laptop dan sepeda motornya untuk modal awal membangun bisnis kuliner. Bahkan, ia berani mengambil risiko dengan mencari pinjaman sebagai tambahan untuk modal usaha yang dirasanya masih kurang.

Dengan langkah berani tersebut, Martalinda berhasil meracik menu yang lezat dan cocok dengan lidah anak muda zaman sekarang. Ketekunan dan kegigihannya membuahkan hasil yang sangat menggiurkan. Bermula dengan cafe di Kampung Inggris, Pare, Martalinda berhasil melebarkan sayapnya ke berbagai daerah di Indonesia bahkan pengusaha kuliner wanita ini sudah memiliki ratusan pekerja.

Cynthia Tenggara, Berrykitchen

Anda pasti sudah tidak asing dengan situs catering online paling populer di Indonesia, yaitu berrykitchen.com. Sebenarnya, sosok Cynthia Tenggara ini tidak suka memasak, tapi tetap menjalankan bisnis kuliner ini dengan dukungan dari pasangan. Dengan usaha kerasnya, Cynthia mampu meraih keuntungan yang melimpah dari bisnis kuliner yang satu ini.

Sebagai pengusaha kuliner wanita dalam bidang catering, Cythia sadar betul akan pentingnya mendengarkan saran dan kritik dari pelanggan agar masakan yang dibuatnya sesuai dengan selera banyak orang. Kini, Berrykitchen sudah membangun kerja sama dengan Yummy Corp sehingga Anda dapat melakukan pemesanan catering melalui aplikasi.

Velly Kristanti, Burger Klenger

Apakah Anda pecinta makanan burger? Jika Anda salah satu pecinta burger, pasti sudah familiar dengan yang namanya Burger Klenger. Velly dan suami berhasil merintis produk burger yang nikmat di berbagai kota besar di Indonesia. Mulanya, mereka berdua ingin membuat makanan yang cepat, halal dan akrab dengan anak kekinian.

Berangkat dari keinginan tersebut, Velly mencari informasi tentang burger melalui berbagai sumber. Berbekal informasi itulah, Vellu berhasil membuat burger yang enak sesuai versinya. Semakin hari, usahanya semakin berkembang hingga sekarang memiliki ratusan outlet Burger Klenger. Cerita inspiratif dari pengusaha kuliner wanita yang tidak segan untuk terus belajar.

Cindy Angelina, Resep Nenek Moyang

Cindy Angelina memiliki semangat yang besar untuk menjadi seorang pengusaha kuliner. Meski orang tuanya bekerja sebagai penjual Cap Cai, tapi ia tidak pernah putus asa untuk terus maju. Sejak masih SMA, Cindy sudah terbiasa mandiri dengan bergabung dalam bisnis MLM dengan menjual tiket pesawat, sepatu hingga pakaian melalui online shop.

Siapa sangka jika kini kegigihannya membuahkan hasil di mana ia berhasil menciptakan bisnis kuliner bernama Resep Nenek Moyang. Bisnisnya ini menyediakan kue bolu arang buatannya dan sudah banyak pelanggan yang membuktikan sendiri bagaimana kelezatannya. Pembeli dari berbagai kota di Indonesia pun banyak yang memesan kua buatannya ini.

Charina Prinandita, Eatlah

Dengan konsep kuliner anak muda kekinian, Charina bersama temannya berhasil membuat Salted Egg Chicken dengan kemasan box. Produk ini dikenal dengan nama Eatlah. Berdiri pada tahun 2016, bisnis kuliner ini sudah memiliki beberapa outlet dengan omset yang sangat menggiurkan.

Kisah sukses kelima pengusaha kuliner di atas menunjukkan bahwa wanita juga bisa berkarya dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan suatu bisnis, tidak kalah dengan para pria. Asal memiliki niat, kesungguhan dan skill, maka tidak ada yang bisa mencegah kita untuk menjadi pengusaha kuliner wanita yang sukses.

Kategori
Kisah Sukses

Inspiratif! Inilah 5 Pengusaha Makanan Ringan dengan Omset Jutaan

Untuk menjadi pengusaha makanan ringan yang sukses, tentu kita bisa mencontoh beberapa kisah inspiratif dari mereka yang sudah sukses terlebih dahulu. Banyak pengusaha kuliner ternama yang inspiratif dan bisa dijadikan contoh. Sebagian besar kisah mereka berawal dari nol dan kemudian bisa mengembangkan usaha dengan omset hingga jutaan rupiah.

Snack Taro dari Joko Mogoginta

Siapa yang tidak tahu snack Taro? Hampir setiap orang di Indonesia pernah melihat atau mencicipi snack Taro yang gurih ini. Munculnya snack ini berawal dari Pak Mogoginta yang mendapatkan warisan dari ayahnya berupa perusahaan mie bihun di Sukoharjo, Jawa Tengah. Meski sudah memiliki perusahaan, tidak lantas membuat Pak Mohoginta berdiam diri.

Pengusaha makanan ringan ini selalu melakukan inovasi dan usaha untuk mengembangkan usahanya ini, mulai dari produksi mie bihun kering yang mencapai 30.000 ton dalam setahun, mendirikan 2 pabrik baru di Karanganyar dan Sragen, mendirikan PT TPS (Tiga Pilar Sejahtera), Go Public pada tahun 2002, membuat good system, dan inovasi lainnya.

Rumput Laut dari Top Itiphat

Meskipun pengusaha yang satu ini merupakan pemuda Thailand, tapi kisahnya dalam membangun bisnis kuliner patut kita acungi jempol. Awalnya, Top Itiphat adalah pemuda yang suka bermain game, menjual senjata game online, tidak suka sekolah, suka berpacaran hingga menganggap semuanya mudah. Namun, karena penjualan senjata game online yang dilakukan adalah ilegal, maka akun game-nya dibanned.

Ia pun mencoba untuk berbisnis dengan sisa uangnya, tapi mengalami kegagalan hingga berkali-kali. Dari sinilah, ia menyadari bahwa hidup di dunia nyata tidak semudah di game online. Berbagai kisah pilu pun terjadi pada hidupnya. Hingga akhirnya ia mencari informasi tentang cara mengepak makanan ringan dan mendapatkan mitra kerja dari bank sebagai pengusaha makanan ringan.

Mie Lidi Geli dari Famela Nurul Islami

Bisnis ini berawal pada tahun 2013 dengan modal Rp 1 juta rupiah. Selama satu tahun, makanan ringan ini mendapatkan perhatian dari banyak orang hingga membuatnya meraih omset sebesar Rp 55 juta. Minat konsumen yang terus meningkat membuat mie lidi ini berhasil diproduksi sebanyak 4.000 setiap bulannya.

Untuk mendapatkan kesuksesan tersebut, tentunya Famela memiliki strategi khusus, yaitu membuat varian rasa, membuka reseller, ikut berbagai event, packaging (bungkus) yang menarik. Dengan semua usaha yang dilakukan Famela tersebut membuat bisnis makanan ringannya menjadi viral hingga menghasilkan omset puluhan juta. Dari sinilah, Famela sudah menjadi pengusaha makanan ringan yang sukses.

Keripik Pedas Karuhun dari Yana Hawi Aripin

Sebelumnya, Yana adalah seorang pengusaha properti, tapi sayangnya bisnis tersebut mengalami kebangkrutan. Meski begitu, Yana tidak pernah patah arang, ia tetap bangkit dan mencari bisnis baru bersama kemenakannya hingga akhirnya mendapatkan ide untuk menjual keripik pedas. Keunikan dari snack buatan Yana ini adalah inovasi yang diberikannya.

Dengan harga Rp 20 ribu, Anda sudah bisa mendapatkan snack keripik pedas dengan packaging yang bagus dan aroma jeruk yang menyegarkan. Awalnya, Yana memberikan snack secara cuma-cuma pada saudara, teman dan kenalannya. Pada awal penjualan, kegagalan masih menghampiri dan akhirnya setelah tiga tahun berjalan, barulah keripik ini dikenal oleh masyarakat luas.

Nanutz dari Riza Rizki Adhiyaksa

Untuk mengawali bisnisnya, Riza membutuhkan modal sebesar Rp 300.000 yang kemudian diolah hingga menjadi snack nanutz yang kita kenal seperti sekarang ini. Dengan modal awal yang terbilang kecil, Riza sudah bisa meraih omzet sekitar 175 juta tiap bulannya. Hingga kini, Riza sudah memiliki 16 karyawan dan 70 reseler.

Setiap kesuksesan pasti tidak lepas dari kegagalan. Untuk meraih kesuksesan tersebut, kita harus terus berusaha dan tidak berputus asa. Mental sebagai pengusaha makanan ringan yang sukses harus kita miliki dari awal, yaitu berusaha keras, tidak pantang menyerah dan berani mengambil risiko.

Kategori
Tips

Ingin Membangun Bisnis Kuliner? Lakukan 3 Kunci Sukses Ini

Membangun bisnis kuliner tidak semudah yang kita bayangkan. Salah-salah, usaha yang kita lakukan selama ini akan sia-sia, bahkan bisnis akan gulung tikar karena perencanaan yang tidak matang. Hal inilah yang sering membuat banyak orang khawatir untuk memulai bisnis kuliner karena mereka takut kegagalan. Sebenarnya, ketakutan ini wajar terjadi ketika seorang yang awam ingin memulai usaha.

Pada dasarnya, setiap bisnis memiliki risiko dan tantangannya masing-masing sehingga kita bisa melakukan antisipasi agar bisnis berjalan dengan lancar. Penting bagi Anda untuk membangun relasi dengan sesama pebisnis kuliner dan mentor di bidang ini. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan tips dan kunci sukses menjadi pebisnis kuliner.

Bagi Anda yang baru pertama kali memasuki bisnis kuliner ini, maka makin ada banyak hal yang harus dipelajari terlebih dahulu. Risiko mengalami kegagalan bisa saja terjadi jika kita tidak mempersiapkan diri dengan baik. Namun, dengan memahami tiga kunci yang akan kita bahas kali ini, maka kita tidak perlu takut lagi dalam menjalankan bisnis kuliner.

Memiliki Pasar yang Luas

Semakin luas pasar, maka semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan banyak pelanggan. Penting bagi kita untuk melihat pasar atau peluang dalam membangun bisnis kuliner. Pertama, pilihlah menu makanan yang disukai oleh banyak orang dan dimakan oleh semua kalangan, misalnya mi, bakso, nasi, sate dan makanan lain yang disukai oleh banyak orang.

Setelah memilih salah satu jenis makanan yang akan dijual, jangan serta merta menjualnya begitu saja. Lantas, apa bedanya makanan yang Anda jual dengan lainnya? Oleh karena itu, tambahkan sedikit kreasi sebagai ciri khas makanan agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi. Dengan begitu, akan semakin banyak orang yang tertarik dengan menu makanan Anda.

Memperhatikan Potensi Diri (Feasible)

Selain melihat potensi pasar, Anda juga harus memperhatikan potensi dari dalam diri. Bagaimana Anda bisa menciptakan menu makanan sate jika Anda sendiri tidak mengetahui cara membuatnya atau bahkan Anda tidak menyukai makanan sate. Meskipun Anda bisa mempelajarinya, tapi tetap saja hasil yang didapatkan kurang maksimal dibanding jika Anda memiliki potensi.

Membangun bisnis kuliner tidak hanya disesuaikan dengan minat pasar dan budget yang dimiliki, tapi juga dengan potensi diri. Misalnya, Anda mengetahui cara membuat peyek karena dari kecil Anda diajak berjualan peyek oleh orang tua. Dengan begitu, Anda sudah tahu apa saja resep andalan membuat peyek, cara membuatnya, harga hingga kualitas peyek yang baik.

Infrastruktur Pendukung yang Lengkap

Maksud dari infrastruktur pendukung ini adalah apa-apa saja yang dibutuhkan dalam pembuatan menu makanan, seperti bahan baku. Misalnya, Anda ingin berjualan minuman dari buah, maka bahan baku yang dibutuhkan adalah buah-buahan, susu, es batu, gula dan bahan lainnya. Pastikan, Anda sudah memiliki penyedia bahan-bahan tersebut sehingga tidak akan terjadi masalah pada stok bahan baku.

Namun, Anda tidak boleh asal memilih penyedia bahan baku. Pastikan jika bahan-bahan yang tersedia memiliki kualitas yang baik. Kemudian, karyawan juga memiliki peran penting dalam menyukseskan bisnis kuliner Anda. Setelah memiliki SOP dalam pembuatan menu masakan, maka karyawan tinggal mengikutinya. Pastikan bahwa karyawan yang Anda pilih memiliki pengalaman dan keterampilan di bidangnya.

Ketiga kunci di atas bisa menjadi strategi jitu untuk mengembangkan bisnis kuliner hingga mendapatkan kesuksesan. Butuh perjalanan yang panjang untuk bisa mendapatkan kesuksesan dalam berbisnis. Jangan menyerah ketika Anda menghadapi berbagai halangan dan rintangan, selama Anda membangun bisnis kuliner untuk meraih kesuksesan.

Kategori
Operasional Sales & Marketing Tips

Strategi Jitu dalam Mengelola Bisnis Kuliner Pinggir Jalan

Bisnis kuliner pinggir jalan bisa menjadi pilihan karena mampu mendatangkan keuntungan yang menggiurkan. Bisnis kuliner memang semakin diminati dengan semakin banyaknya inovasi dan kreasi kuliner yang menggugah selera. Kuliner pinggir jalan juga memiliki penggemar tersendiri yang membuat bisnis ini terus maju dan berkembang. Anda pun bisa membangun bisnis makanan di pinggir jalan.

Meski begitu, ada banyak hal yang harus diperhatikan karena semakin hari persaingan bisnis kuliner semakin ketat. Apalagi dengan semakin sulit dan mahalnya lokasi tepi jalan yang sebenarnya bisa mendatangkan lebih banyak pelanggan. Berikut ini ada strategi jitu yang bisa Anda lakukan ketika ingin membangun dan mengelola bisnis kuliner di pinggir jalan.

Pemilihan Lokasi yang Tepat

Tidak semua lokasi pinggir jalan bisa mendatangkan banyak keuntungan dalam menjual kuliner. Pilihlah lokasi yang ramai pengunjung, pejalan kaki atau pengendara, sesuai dengan target pasar yang Anda tuju. Misalnya, target pasar Anda adalah mahasiswa, maka pilihlah tepi jalan yang berada di sekitar kampus atau kost. Berbeda lagi jika target pasar Anda adalah pekerja pabrik atau kantor.

Sebelum memilih lokasi bisnis kuliner pinggir jalan ini, pastikan Anda sudah mengetahui harga sewa di tepi jalan tersebut. Beberapa lokasi mungkin tidak membutuhkan biaya sewa, tapi cukup izin untuk berjualan, tapi ada juga tepi jalan yang mengharuskan Anda membayar biaya sewa. Jadi, persiapkan modal yang dibutuhkan untuk membayarnya.

Harga Jajanan Terjangkau

Kuliner pinggir jalan memang mampu memikat selera banyak orang karena strategis dan mudah ditemukan. Namun, jika harga yang ditawarkan lebih tinggi dibanding harga pada umumnya, maka bisa membuat pembeli merasa kapok dan enggan untuk berkunjung lagi ke tempat makan Anda. Oleh karena itu, perhatikan daftar harga yang Anda sediakan.

Sebelum menentukan harga, pastikan Anda melakukan survey harga terlebih dahulu di pasaran. Sesuaikan juga dengan modal yang Anda keluarkan. Untuk memikat hati pembeli, jangan mengharapkan untung yang melimpah terlebih dahulu. Tidak masalah jika untung kecil, tapi dikalikan banyak karena banyak pelanggan yang percaya pada bisnis kuliner pinggir jalan milik Anda.

Cita Rasa yang Tidak Mengecewakan

Bukan hanya harga yang bisa membuat pembeli merasa kapok berkunjung ke tempat makan Anda, melainkan cita rasa yang disajikan. Percuma jika masakan dijual dengan harga murah, tapi rasanya tidak enak. Oleh karena itu, Anda harus memastikan bahwa makanan dan minuman yang Anda sajikan memiliki cita rasa yang nikmat dan menggugah selera.

Apabila Anda berhasil menghadirkan menu makanan yang lezat, maka Anda akan mendapatkan pelanggan setiap. Lokasi yang berada di pinggir jalan memudahkan Anda untuk mendapatkan pembeli pertama. Apabila mereka puas dengan cita rasa yang disajikan, maka mereka akan kembali lagi ke tempat bisnis kuliner pinggir jalan yang Anda miliki.

Kenyamanan dan Pelayanan

Selain itu, kenyamanan dan pelayanan yang terbaik harus turut Anda berikan untuk membuat pembeli merasa betah menyantap makanan di tempat. Pastikan tempat Anda memiliki kebersihan yang terjaga, rapi dan wangi. Anda juga harus lebih ramah dengan menebarkan senyum dan salam kepada pembeli yang datang. Dengan begitu, mereka akan merasa senang.

Keempat tips di atas bisa menjadi strategi jitu untuk mengembangkan bisnis kuliner di pinggir jalan. Tidak mudah memang mengelola bisnis kuliner di tengah persaingan yang semakin ketat. Oleh karena itu, Anda harus senantiasa melakukan inovasi dan kreasi terhadap berbagai aspek pada bisnis kuliner pinggir jalan milik Anda, seperti rasa, tampilan dan pelayanan.

Kategori
Operasional Tips

Modal dan Keuntungan dalam Menjalankan Bisnis Asinan Betawi

Bisnis Asinan Betawi merupakan bisnis rumahan yang sangat menjanjikan, karena mampu mendatangkan keuntungan yang melimpah. Siapa yang tidak kenal dengan kelezatan Asinan Betawi ini? Hampir setiap orang sudah pernah mencicipinya dan dibuat ketagihan dan rasa segar yang ada pada asinan tersebut. Tidak heran jika semakin banyak orang yang ingin berjualan Asinan Betawi.

Mungkin Anda menjadi salah satu orang yang ingin mencoba berjualan Asinan Betawi. Meskipun banyak kuliner modern yang masuk ke Indonesia, tapi tak membuat ketenaran Asinan Betawi pupus begitu saja. Hal ini menunjukan bahwa Asinan Betawi memiliki banyak penggemar dan dulu hingga sekarang. Bagi Anda yang ingin memulai bisnis ini, tidak ada salahnya memperhatikan ulasan berikut ini.

Modal Awal Asinan Betawi

Untuk penjualan di awal, Anda bisa memanfaatkan teras rumah sebagai tempat berjualan dengan menyediakan meja dan etalase. Dengan begitu, Anda bisa menghemat biaya sewa tempat dan bisa menggunakan modal tersebut untuk keperluan lainnya. Modal awal yang Anda butuhkan adalah etalase kaca makanan, cup makanan, bangku plastik, kantong plastik, sendok hingga sticker logo merek.

Peralatan memasak atau membuat Asinan Betawi bisa memanfaatkan peralatan masak Anda sehari-hari untuk menekan biaya pengeluaran. Dengan begitu, modal awal yang Anda butuhkan untuk membangun bisnis Asinan Betawi tidak lebih dari Rp 5 juta. Dengan modal yang minim ini, Anda bisa mendapatkan untung yang tak kalah menggiurkan.

Biaya Operasional Berjualan

Selain modal awal, Anda juga harus menyediakan budget untuk biaya operasional untuk berjualan Asinan Betawi. Modal inilah yang lebih penting karena tanpa modal ini, Anda tidak bisa menjual asinan. Beberapa bahan yang harus dipersiapkan adalah sayur-sayuran, gula merah, kerupuk mie, cabai keriting, asam jawa, kacang tanah, sayuran hingga asam jawa.

Jika Anda belum memiliki modal yang cukup banyak untuk bisnis Asinan Betawi, maka asinan yang dibuat tidak perlu banyak terlebih dahulu. Hal ini juga berguna untuk memantau kondisi pasar. Nanti, lama kelamaan barulah Anda bisa menambah stok Asinan Betawi. Selain itu, jika Anda membutuhkan pramusaji atau pembuat asinan, maka perlu adanya modal untuk menggajinya.

Omzet Penjualan Asinan Betawi

Bagian inilah yang bisa membuat Anda tertarik untuk menjalankan bisnis yang satu ini. Biasanya, harga jual Asinan Betawi di berbagai toko online adalah Rp 20.000 hingga Rp 25.000. Anda bisa menetapkan harga sesuai harga pasaran dan modal yang sudah Anda keluarkan. Penetapan target harian juga penting, misalnya 50 porsi setiap hari.

Misalnya, Anda menjual Asinan Betawi sebesar Rp 20.000 dan target penjualan adalah 50 porsi, maka penghasilan setiap harinya adalah Rp 1.000.000,- sehingga pendapatan kotor per bulannya adalah Rp 30 juta. Namun, tidak mudah untuk menjual 50 porsi setiap harinya. Hal ini juga bertambah seiring dengan waktu hingga bisnis Asinan Betawi memiliki banyak pelanggan.

Keuntungan Berjualan Asinan Betawi

Misalnya, dari harga Rp 20.000 Anda mendapatkan laba sebesar Rp 5.000. Maka dengan penjualan 50 porsi, Anda mendapatkan laba sekitar Rp 250.000 setiap harinya. Jadi, untuk laba setiap bulannya, Anda bisa mendapatkan untung sekitar Rp 7,5 juta. Semakin maju bisnis yang Anda jalankan, maka semakin banyak keuntungan yang bisa Anda dapatkan.

Dengan keuntungan dan cara pembuatan yang tidak sulit, membuat Asinan Betawi menjadi bisnis yang menggiurkan. Anda juga bisa menambahkan kreasi pada Asinan Betawi agar semakin banyak orang yang tertarik ingin membelinya. Dengan begitu, bisnis Asinan Betawi akan mendapatkan untung yang lebih banyak.

Kategori
Tips

Masih Awam di Dunia Bisnis Kuliner? Lakukan Strategi Ini

Banyak orang yang semakin tergiur dengan keuntungan dari bisnis kuliner sekarang ini, apalagi bisnis yang dilakukan secara online. Meski terlihat mudah, tapi ada banyak hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu sebelum menjalankan bisnis yang satu ini, terutama bagi Anda yang masih awam. Strategi berikut ini bisa dijadikan langkah awal yang baik.

Niat yang Sungguh-Sungguh

Tidak semua penjual makanan atau minuman berhasil hingga mendapatkan kesuksesan. Banyak juga di antara mereka yang menyerah dan berputus asa karena menghadapi berbagai rintangan saat menjalankan usaha kuliner ini. Jika Anda tidak memiliki jiwa pebisnis, mungkin Anda akan menjadi salah satu di antara mereka yang menyerah dan berputus asa.

Modal awal yang harus Anda miliki adalah niat yang sungguh-sungguh. Dengan niat ini, Anda akan lebih fokus, komitmen dan berusaha lebih agar usaha yang dijalankan bisa berkembang dan maju. Untuk bisa sukses tentu tidaklah sebentar. Diperlukan perjalanan yang panjang untuk mendapatkan kesuksesan dalam bisnis kuliner.

Tentukan Kuliner yang Akan Dijual

Sekarang ini, semakin banyak inovasi dan kreasi kuliner yang bisa Anda temukan. Jika tidak memiliki ciri khas tersendiri, maka usaha kuliner Anda tidak akan berkembang. Sebelum membuat kreasi, tentu Anda harus menentukan terlebih dahulu menu atau jenis kuliner seperti apa yang ingin Anda sajikan kepada pembeli nantinya.

Ada banyak jenis kuliner yang bisa dipilih, seperti seafood, vegetarian, daging, mie, makanan tradisional, makanan ala India, Eropa dan lain sebagainya. Anda bisa menemukan jenis kuliner yang tepat dengan melakukan survei kepada masyarakat umum. Dengan begitu, Anda akan tahu bagaimana trend kuliner saat ini. Barulah kemudian memikirkan kreasi yang harus dilakukan.

Buat Toko Online atau Website

Jika Anda ingin menjalankan bisnis kuliner ini secara online, maka Anda wajib memiliki toko online, seperti website, aplikasi atau memanfaatkan media sosial. Toko online ini berguna sebagai lapak untuk Anda menjual makanan dan minuman. Pastikan Anda menyertakan foto-foto yang menarik dan menggugah selera.

Apabila Anda tidak memiliki modal yang lebih, tidak ada salahnya jika Anda memanfaatkan media sosial yang bisa diakses secara gratis. Anda bisa membuat sendiri akun media sosial, khusus untuk usaha kuliner yang sedang Anda jalankan. Media sosial yang sedang diminati oleh banyak orang adalah Instagram, Facebook, dan lain sebagainya.

Lakukan Promosi secara Online

Bagi orang yang masih awam di bidang ini, tentu belum banyak yang tahu mengenai produk kuliner kita. Oleh karena itu, promosi sangat penting dilakukan untuk membangun brand dan mendapatkan perhatian masyarakat. Karena jualan dilakukan secara online, maka Anda juga bisa melakukan promosi secara online agar lebih mudah dan murah.

Anda bahkan bisa memanfaatkan media sosial pribadi untuk mempromosikan bisnis kuliner yang sedang Anda jalankan. Jangan lupa untuk memberikan diskon atau promo di awal buka. Biarkan pembeli mencicipi kelezatan kuliner yang Anda jual dengan harga yang lebih murah. Apabila mereka suka dengan kuliner tersebut, maka akan semakin banyak pembeli yang berdatangan.

Temukan Mentor yang Tepat

Tidak mudah menjalankan bisnis yang belum pernah kita lakukan sebelumnya, termasuk dalam bidang kuliner. Untuk mendapatkan cara dan strategi terbaik, maka Anda harus menemukan mentor yang tepat. Membangun relasi dengan sesama pebisnis tidak akan membuat Anda merugi, justru Anda akan mendapatkan banyak manfaat.

Kelima tips di atas bisa menjadi strategi terbaik bagi Anda yang masih awam di bidang kuliner. Banyak hal yang harus dipersiapkan, bukan hanya masalah jualan, tapi juga mental kita untuk masuk ke dalam persaingan bisnis yang ketat. Apabila semua sudah dipersiapkan, maka bisnis kuliner akan menjadi lebih seru dan menguntungkan.