Kategori
Kisah Sukses

Pengusaha Kuliner Indonesia yang Sukses di Luar Negeri

Persaingan global yang semakin ketat membuat sejumlah pengusaha kuliner Indonesia melebarkan sayap bisnisnya hingga mancanegara. Sebagai pemuda Indonesia, kita tidak boleh kalah dengan pebisnis luar negeri yang melebarkan sayapnya di Indonesia. Kita juga bisa memanfaatkan pasar luar negeri dan hal ini dibuktikan dengan adanya beberapa pengusaha kuliner yang akan kita bahas ini.

Rangga Umara, Lele-Lela

Pria berusia 31 tahun ini berhasil menjalankan bisnis kulinernya dengan menu utamanya yang dikenal dengan Lele-Lela yang merupakan menu dari ikan lele. Bisnis ini sebenarnya bermula dari kisah pilu dari Rangga yang di PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja. Akhirnya, Rangga menekuni bisnis kuliner dengan membuka rumah makan seafood, tapi gagal.

Setelah gagal dengan menu seafood, pengusaha kuliner Indonesia ini memilih menu olahan lele dan olahan ayam untuk dijualnya. Sekarang ini, bisnis kuliner ini mampu menghasilkan omzet Rp 1.8 Milyar setiap bulannya. Dengan tiga menu utama, yaitu lele saus padang, lele filet kremes dan lele goreng tepung, Kuala Lumpur, Singapura, Penang hingga Jedah menjadi konsumennya.

Agus Pramono, Ayam Bakar Mas Mono

Sebelumnya, Pramono bekerja sebagai OB (Office Boy) dan kemudian ia memutuskan untuk berdagang gorengan asongan. Hanya saja, Pramono menyadari bahwa omset yang bisa didapatkan hanya sedikit sehingga ia beralih ke usaha ayam bakar dengan modal Rp 500.000. Dengan modal ini, Pramono menjajakan ayam bakar dengan gerobak birunya.

Hingga sekarang, pengusaha kuliner Indonesia ini mampu mencapai omsetnya sebesar miliaran per bulan. Pramono juga sudah memiliki 500 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Kelezatan ayam bakar ini bahkan bisa merambah hingga ke Dubai, Arab Saudi, Australia, Malaysia, Kuwait dan Singapura karena memang rasanya yang nikmat dan menggugah selera.

Santoni, Bumbu Desa

Anda pasti sudah tahu tempat makan yang satu ini karena Anda bisa menjumpainya di mall-mall besar di Jakarta. Menu utama yang disuguhkan adalah makanan khas dari Sunda, Jawa Barat dengan kualitas restoran bintang lima. Bisnis milik Santoni ini awalnya dibangun dengan modal Rp 8 juta pada tahun 2004. Ketenaran bisnis ini bahkan sampai Malaysia dan Singapura.

Hingga sekarang, Bumbu Desa sudah membuka cabang lebih dari 50 yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah cabang yang banyak ini, Bumbu Desa mampu menghasilkan omset sebesar miliaran rupiah setiap bulannya. Kini, Bumbu Desa mulai menggarap pengembangan bisnisnya hingga ke Amerika dan Kanada.

Sukyanti Nugroho, Es Teler 77

Mungkin Anda p sudah tidak asing dengan kuliner yang satu ini atau bahkan menjadi pelanggan setianya? Sukiyantu Nugroho seorang pengusaha kuliner Indonesia, tempat makan ini menyediakan berbagai menu tradisional khas Indonesia. Bukan hanya di mall-mall Indonesia, tapi juga di luar negeri, seperti Malaysia, Australia, New Delhi, dan Singapura, Anda bisa menjumpai Es Teler 77 ini.

Meskipun nama tempat makan ini terkesan hanya menjual minuman, tapi Anda juga bisa menemukan menu makanan, seperti tumis kangkung dan sayur asam. Resmi didirikan pada tanggal 7 Juli 1982, Es Teler 77 ini sudah berdiri selama lebih dari 30 tahun dan hingga sekarang masih memiliki banyak penikmat.

Perjalanan panjang ditempuh oleh setiap orang sukses. Pengusaha kuliner yang sudah sukses tentu mereka memiliki kisah di baliknya, mulai dari kegagalan yang bertubi-tubi, rasa putus asa, modal yang kurang dan lain sebagainya. Bagi Anda yang ingin menjadi pengusaha kuliner Indonesia yang sukses, maka niat dan kerja keras sangat dibutuhkan dalam hal ini.

Kategori
Kisah Sukses

Inilah 5 Pengusaha Kuliner Wanita dengan Kisah Inspiratifnya

Dengan semangat Kartini masa kini, pengusaha kuliner wanita asal Indonesia ini bisa menjadi inspirasi bagi Anda yang ingin mengawali bisnis di bidang kuliner. Meskipun sebagai wanita, kegigihan dan perjuangan para pengusaha kuliner ini patut untuk dijadikan contoh. Mereka tidak pantang menyerah ketika kegagalan menghampiri hingga akhirnya bisa meraih kesuksesan.

Martalinda Basuki, Cokelat Klasik

Cokelat Klasik adalah salah satu cafe dengan dikunjungi oleh banyak milenial. Hingga sekarang ini, sudah ada 270 outlet cabang di berbagai wilayah Indonesia. Martalinda terpaksa harus menjual laptop dan sepeda motornya untuk modal awal membangun bisnis kuliner. Bahkan, ia berani mengambil risiko dengan mencari pinjaman sebagai tambahan untuk modal usaha yang dirasanya masih kurang.

Dengan langkah berani tersebut, Martalinda berhasil meracik menu yang lezat dan cocok dengan lidah anak muda zaman sekarang. Ketekunan dan kegigihannya membuahkan hasil yang sangat menggiurkan. Bermula dengan cafe di Kampung Inggris, Pare, Martalinda berhasil melebarkan sayapnya ke berbagai daerah di Indonesia bahkan pengusaha kuliner wanita ini sudah memiliki ratusan pekerja.

Cynthia Tenggara, Berrykitchen

Anda pasti sudah tidak asing dengan situs catering online paling populer di Indonesia, yaitu berrykitchen.com. Sebenarnya, sosok Cynthia Tenggara ini tidak suka memasak, tapi tetap menjalankan bisnis kuliner ini dengan dukungan dari pasangan. Dengan usaha kerasnya, Cynthia mampu meraih keuntungan yang melimpah dari bisnis kuliner yang satu ini.

Sebagai pengusaha kuliner wanita dalam bidang catering, Cythia sadar betul akan pentingnya mendengarkan saran dan kritik dari pelanggan agar masakan yang dibuatnya sesuai dengan selera banyak orang. Kini, Berrykitchen sudah membangun kerja sama dengan Yummy Corp sehingga Anda dapat melakukan pemesanan catering melalui aplikasi.

Velly Kristanti, Burger Klenger

Apakah Anda pecinta makanan burger? Jika Anda salah satu pecinta burger, pasti sudah familiar dengan yang namanya Burger Klenger. Velly dan suami berhasil merintis produk burger yang nikmat di berbagai kota besar di Indonesia. Mulanya, mereka berdua ingin membuat makanan yang cepat, halal dan akrab dengan anak kekinian.

Berangkat dari keinginan tersebut, Velly mencari informasi tentang burger melalui berbagai sumber. Berbekal informasi itulah, Vellu berhasil membuat burger yang enak sesuai versinya. Semakin hari, usahanya semakin berkembang hingga sekarang memiliki ratusan outlet Burger Klenger. Cerita inspiratif dari pengusaha kuliner wanita yang tidak segan untuk terus belajar.

Cindy Angelina, Resep Nenek Moyang

Cindy Angelina memiliki semangat yang besar untuk menjadi seorang pengusaha kuliner. Meski orang tuanya bekerja sebagai penjual Cap Cai, tapi ia tidak pernah putus asa untuk terus maju. Sejak masih SMA, Cindy sudah terbiasa mandiri dengan bergabung dalam bisnis MLM dengan menjual tiket pesawat, sepatu hingga pakaian melalui online shop.

Siapa sangka jika kini kegigihannya membuahkan hasil di mana ia berhasil menciptakan bisnis kuliner bernama Resep Nenek Moyang. Bisnisnya ini menyediakan kue bolu arang buatannya dan sudah banyak pelanggan yang membuktikan sendiri bagaimana kelezatannya. Pembeli dari berbagai kota di Indonesia pun banyak yang memesan kua buatannya ini.

Charina Prinandita, Eatlah

Dengan konsep kuliner anak muda kekinian, Charina bersama temannya berhasil membuat Salted Egg Chicken dengan kemasan box. Produk ini dikenal dengan nama Eatlah. Berdiri pada tahun 2016, bisnis kuliner ini sudah memiliki beberapa outlet dengan omset yang sangat menggiurkan.

Kisah sukses kelima pengusaha kuliner di atas menunjukkan bahwa wanita juga bisa berkarya dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan suatu bisnis, tidak kalah dengan para pria. Asal memiliki niat, kesungguhan dan skill, maka tidak ada yang bisa mencegah kita untuk menjadi pengusaha kuliner wanita yang sukses.

Kategori
Kisah Sukses

Inspiratif! Inilah 5 Pengusaha Makanan Ringan dengan Omset Jutaan

Untuk menjadi pengusaha makanan ringan yang sukses, tentu kita bisa mencontoh beberapa kisah inspiratif dari mereka yang sudah sukses terlebih dahulu. Banyak pengusaha kuliner ternama yang inspiratif dan bisa dijadikan contoh. Sebagian besar kisah mereka berawal dari nol dan kemudian bisa mengembangkan usaha dengan omset hingga jutaan rupiah.

Snack Taro dari Joko Mogoginta

Siapa yang tidak tahu snack Taro? Hampir setiap orang di Indonesia pernah melihat atau mencicipi snack Taro yang gurih ini. Munculnya snack ini berawal dari Pak Mogoginta yang mendapatkan warisan dari ayahnya berupa perusahaan mie bihun di Sukoharjo, Jawa Tengah. Meski sudah memiliki perusahaan, tidak lantas membuat Pak Mohoginta berdiam diri.

Pengusaha makanan ringan ini selalu melakukan inovasi dan usaha untuk mengembangkan usahanya ini, mulai dari produksi mie bihun kering yang mencapai 30.000 ton dalam setahun, mendirikan 2 pabrik baru di Karanganyar dan Sragen, mendirikan PT TPS (Tiga Pilar Sejahtera), Go Public pada tahun 2002, membuat good system, dan inovasi lainnya.

Rumput Laut dari Top Itiphat

Meskipun pengusaha yang satu ini merupakan pemuda Thailand, tapi kisahnya dalam membangun bisnis kuliner patut kita acungi jempol. Awalnya, Top Itiphat adalah pemuda yang suka bermain game, menjual senjata game online, tidak suka sekolah, suka berpacaran hingga menganggap semuanya mudah. Namun, karena penjualan senjata game online yang dilakukan adalah ilegal, maka akun game-nya dibanned.

Ia pun mencoba untuk berbisnis dengan sisa uangnya, tapi mengalami kegagalan hingga berkali-kali. Dari sinilah, ia menyadari bahwa hidup di dunia nyata tidak semudah di game online. Berbagai kisah pilu pun terjadi pada hidupnya. Hingga akhirnya ia mencari informasi tentang cara mengepak makanan ringan dan mendapatkan mitra kerja dari bank sebagai pengusaha makanan ringan.

Mie Lidi Geli dari Famela Nurul Islami

Bisnis ini berawal pada tahun 2013 dengan modal Rp 1 juta rupiah. Selama satu tahun, makanan ringan ini mendapatkan perhatian dari banyak orang hingga membuatnya meraih omset sebesar Rp 55 juta. Minat konsumen yang terus meningkat membuat mie lidi ini berhasil diproduksi sebanyak 4.000 setiap bulannya.

Untuk mendapatkan kesuksesan tersebut, tentunya Famela memiliki strategi khusus, yaitu membuat varian rasa, membuka reseller, ikut berbagai event, packaging (bungkus) yang menarik. Dengan semua usaha yang dilakukan Famela tersebut membuat bisnis makanan ringannya menjadi viral hingga menghasilkan omset puluhan juta. Dari sinilah, Famela sudah menjadi pengusaha makanan ringan yang sukses.

Keripik Pedas Karuhun dari Yana Hawi Aripin

Sebelumnya, Yana adalah seorang pengusaha properti, tapi sayangnya bisnis tersebut mengalami kebangkrutan. Meski begitu, Yana tidak pernah patah arang, ia tetap bangkit dan mencari bisnis baru bersama kemenakannya hingga akhirnya mendapatkan ide untuk menjual keripik pedas. Keunikan dari snack buatan Yana ini adalah inovasi yang diberikannya.

Dengan harga Rp 20 ribu, Anda sudah bisa mendapatkan snack keripik pedas dengan packaging yang bagus dan aroma jeruk yang menyegarkan. Awalnya, Yana memberikan snack secara cuma-cuma pada saudara, teman dan kenalannya. Pada awal penjualan, kegagalan masih menghampiri dan akhirnya setelah tiga tahun berjalan, barulah keripik ini dikenal oleh masyarakat luas.

Nanutz dari Riza Rizki Adhiyaksa

Untuk mengawali bisnisnya, Riza membutuhkan modal sebesar Rp 300.000 yang kemudian diolah hingga menjadi snack nanutz yang kita kenal seperti sekarang ini. Dengan modal awal yang terbilang kecil, Riza sudah bisa meraih omzet sekitar 175 juta tiap bulannya. Hingga kini, Riza sudah memiliki 16 karyawan dan 70 reseler.

Setiap kesuksesan pasti tidak lepas dari kegagalan. Untuk meraih kesuksesan tersebut, kita harus terus berusaha dan tidak berputus asa. Mental sebagai pengusaha makanan ringan yang sukses harus kita miliki dari awal, yaitu berusaha keras, tidak pantang menyerah dan berani mengambil risiko.